Bintara Tinggi Polri Terlibat Jaringan Narkoba, Diungkap BNNP Malut

Tiga tersangka narkoba satu di antaranya merupakan anggota Polri saat dihadiri dalam konferensi pers, Senin (23/11/2020). (Foto: Aksal/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Oknum anggota Polisi berinisial MRK (42 tahun) digrebek petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara karena terindikasi terlibat dalam jaringan narkoba.

MRK ditangkap di rumahnya Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara  pada, Selasa 20 Oktober 2020 lalu. Saat penangkapan polisi menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik zipper narkotika jenis sabu seberat 9,03 gram dan 1 unit telepon genggam merk Oppo hitam, 1 korek api gas dan 1 alat hisap sabu.

Di saat bersamaan petugas juga menangkap rekan MRK berinsial AK (52 tahun) alias Ono di Kelurahan Bastiong Karance, Ternate Selatan dengan barang bukti 1 plastik ziper kecil seberat 2.86 gram yang diduga narkotika jenis sabu dan barang bukti non narkotika, 1 unit telepon gengam merk Samsung hitam.

Menariknya, pengungkapan jaringan oknum polisi berpangkat Aipda alias bintara senior tersebut bermula dari penangkapan HA, DPO kasus narkoba. Dari keterangan HA inilah, terungkap nama MRK dan AK.

"Mereka ditangkap oleh tim Dikjar BNN Malut. Penangkapan awal dilakukan kepada MRK di rumahnya Kelurahan Mangga Dua RT 02 RW 01 pukul 15.30 WIT," jelas Kepala BNNP Malut Kombes Pol Roy Hardi Siahaan, dalam konferensi pers, Senin (23/11/2020).

Di hari yang sama, lanjut Roy, tim Dikjar BNNP Malut bergerak dan menangkap tersangka AK di rumah kontrakannya. Untuk menggelabui petugas, AK menyimpan barang haram tersebut di dalam kloset rumah dan lipatan kursi sofa.

"Saat penyergapan di rumah tersangka AK, tim Dakjar BNN Malut bersama anggota pengamanan internal Polri," ungkapnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Yang mana diduga memiliki, menyimpan, menguasai narkotika jenis sabu dikenai dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkas perwira tiga melati itu. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram