Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, IRT Gantung Diri

Ilustrasi. (istimewa)

Tobelo, malutpost.id -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara sudah seharusnya turun tangan soal aksi bunuh warganya. Pekan kemarin, Halut dikejutkan dengan dua kasus beruntun terjadi di Kecamatan Tobelo Utara dan Tobelo Tengah . Selasa (1/12/2020), aksi mengakhiri hidup dengan gantung diri terulang di Tobelo Selatan.

Korban diketahui merupakan ibu rumah tangga bernama Afrida Lin Kapita (51 tahun). Warga Desa Kakara B ini ditemukan menggantung dengan kondisi kabel melilit lehernya sekira pukul 07.32 WIT.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, Nisa Oranye (22 tahun). Nisa menceritakan, sekira pukul 06.30 WIT, dirinya sedang membersihkan halaman rumah. Selesai bersih-bersih sang anak lalu mencari ibunya dikamar belakang.Nahas, saat di kamar dia menemukan ibunya sudah tak lagi bernyawa. Dia lalu memanggil ayahnya, Jois Orange (52 tahun) dan memberitahukan peristiwa tersebut.

"Padahal, saya melihat ibu sudah dalam keadaan tergantung dengan kabel yang melingkar dibagian leher dan dalam keadaan sudah meninggal, saya dan ayah yang turunkan ibu" katanya.

Sementara Jois menceritakan, sang istri sudah lama mengidap penyakit lambung. Penyakit yang diderita sudah cukup lama dan membuatnya kesakitan setiap malam. 

"Istri saya itu penyakit lambung yang sudah lama sehingga dia kesakitan setiap malam,"ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Halut AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso melalui Kasubag Humas Iptu Mansur Basing mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas di lokasi kejadian. Motif korban mengakhiri hidup karena sudah lama menderita sakit dan resah karena tidak pernah sembuh. Petugas juga menyita barang bukti berupa kabel yang digunakannya untuk menggantung diri.

"Pihak keluarga menolak untuk otopsi, mereka juga telah bersepakat untuk membuat surat pernyataan penolakan Otopsi," pungkasnya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram