Pramusaji Warkop di Sula Diduga jadi Korban Pencabulan

Ilustrasi pencabulan. (shutterstrok.com)

Ternate, malutpost.id -- Seorang pramusaji salah satu warung kopi di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara jadi korban pelecehan seksual, Kamis (3/12/2020). Korban berinisial MF, warga Sanana itu mengaku dicabuli bosnya berinsial WW. Kasus tersebut sudah ditangani Polres Kepsul.

Kasat Reskrim Polres Kepsul, AKP Paultri Yustiam menyatakan, pihaknya tetap memproses laporan sesuai prosedur, mulai dari penyelidikan. Jika dalam penyelidikan dianggap cukup bukti maka ditingkatkan ke penyidikan.

"Yang pastinya kita proses sesuai dengan prosedur, melalui penyelidikan, dan kalau cukup bukti kita naikan ke penyidikan," kata Pultri, Jumat (4/12/2020).

Perwira tiga balok itu mengaku, laporan polisi (LP) dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tersebut belum masuk ke Satreskrim."LP-nya belum masuk ke Reskrim, mungkin masih di meja Kapolres," katanya.

Sementara MF saat dihubungi malutpost.id membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kasus tersebut terjadi pada Kamis (3/12) kemarin sekira pukul 09.30 WIT. Awalnya, WW menelpon korban yang saat itu di warkop untuk menjemputnya di pasar. Saat sampai di warkop, dia lantas duduk di tangga karena merasa sesak napas. "Be (Saya) kan berapa hari ada rasa sesak napas, antua (Dia-Pelaku. Red) tanya kenapa, terus Be bilang sesak napas, trus dia tanya lagi so (sudah) minum obat? Be bilang belum, dia suru minum obat dulu,” kata MF via sambungan telepon.

Setelah minum obat, lanjut korban, WW kemudian memanggilnya kembali dan menanyakan kondisi. Mendengar korban yang masih mengeluh, WW lantas memijat punggung korban. Karena tak menaruh curiga, korban mengiyakan, WW justru mengambil kesempatan dengan meremas (maaf) payudara korban.

"Karena Be sudah dua tahun kerja disitu jadi tidak menaruh curiga dan lain-lain, tapi tiba-tiba antua justru pegang," katanya. Tidak sampai disitu, pelaku justru berusaha mengangkat baju korban dan memasukan tangan ke dalam bajunya. "Karena Be terus melawan, dan bilang Ko jangan, terus antua tanya masih sesak napas?, saya bilang sudah tidak, dan beliau langsung lepas," ujarnya.

Korban mengaku tak lantas pergi pasca kejadian tersebut, karena takut terjadi hal lain. "Saya takut jangan sampai apa-apa jadi setelah saya lihat aman baru saya langsung lari keluar ikut dapur dan langsung melapor ke Polres," pungkasnya sembari mengaku telah dimintai keterengan oleh petugas kepolisian. (cr-01)


-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram