Kunjungi Taliabu, Gustu Malut Didemo: Warga Minta Bukti Surat WHO

Warga saat Menggelar Aksi Penolakan Gustu Malut di Pelabuhan Bobong.

Bobong, malutpost.id - Empat orang perwakilan Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Maluku Utara (Malut) ke Bobong, Ibu Kota Kota Kabupaten Pulau Taliabu disambut dengan unjuk rasa oleh sejumlah warga Taliabu, Jumat (3/7). 
 
Massa aksi yang dikoordinir Achun Nurdin menyambut tim gustu di pintu masuk pelabuhan Bobong, Kecamatan Taliabu Barat sekira pukul 12.20 WIT itu. 
 
Mereka mendesak perwakilan gugus tugas Malut yang tiba menggunakan KM Al-Sudais 21  memberikan alasan ketidakpercayaan mereka terhadap status Kabupaten Taliabu yang hingga kini masih aman dari virus korona atau nol kasus. 
 
"Aksi kami ini aksi damai dengan tuntutan agar perwakilan gugus Malut dapat menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan, serta wajib menunjukkan surat WHO dan Kementerian Kesehatan atas ketidakpercayaan data Covid-19 di Pulau Taliabu," kata Acun Nurdin dalam orasinya.
 
Massa aksi menilai, kerja tim Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu dalam beberapa bulan ini sudah berjalan maksimal, sehingga belum ada warga yang terpapar. Atas dasar itu pihaknya mempertanyakan mengapa gugus Malut tidak fokus mengurus daerah lain yang saat ini angka kasus korona yang terus bertambah. 
 
"Jika datang hanya sebatas lakukan sosialisasi, kami masyarakat Taliabu selama dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sudah banyak menerima materi sosialiasi pencegahan dari Tim Gustu Taliabu. Bukan hanya itu, Gustu Taliabu juga cukup aktif melakukan pencegahan di setiap pintu masuk Pelabuhan," ungkapnya. 
 
Di tempat yang sama, pengurus MPC Pemuda Pancasila, Pulau Taliabu, Mufarik Ibrahim meminta empat orang perwakilan gugus tugas Malut yang baru tiba di Bobong wajib menjalani karantina 14 di Taliabu sebelum bertugas. 
 
"Protokol karantina wajib diikuti oleh siapapun sebagaimana edaran dan juga imbauan Kementerian Kesehatan. Masa rakyat biasa yang dari zona merah dikarantina, gugus tugas Malut yang setiap saat berkontak dengan banyak orang di Ternate tidak dikarantina ketika tiba di Taliabu, inikan tidak adil," pungkasnya. (rid)
 
 
 
-
Peliput : Ridwan Arif
Editor   : Ikram