Anggaran 1,5 M, Geduang Isolasi Covid-19 di Kepsul Diduga Gunakan Material Bekas

Rangka atap gedung isolasi tampak menggunakan kabel bekas. (Foto: Gun/malutpost.id)

Sanana, malutpost.id - Pembangunan gedung isolasi covid-19 di RSUD Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga tanpa fondasi. Bahkan sebagaian material seperti besi dan kabel fantalasi diduga bahan bekas. Padahal Pemda menggelontorkan dana senilai Rp Rp 1,5 miliar. 
 
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Permata Bersama dengan surat perjanjian kontrak nomor : 01/RSUD-KS/V/2020 tertanggal 22 Mei 2020 menggunakan APBD 2020 ini untuk program pencegarahan dan pengendalian infeksi penyakit menular.
 
Salah satu pekerja,AS kepada malutpost.id membenarkan jika material bangunan menggunakan kabel dan besi bekas."Iya itu bekas," ungkapnya baru-baru ini.
 
AS mengaku, bangunan isolasi dengan diameter panjang 30 meter dan lebar 10 meter itu sudah selesai. Dia mengaku, tidak tahu apakah proyek tersebut sudah selesai atau belum. "Saya kurang tahu sudah selesai atau belum karena saya sudah berhenti kerja. Tapi kemungkinan sudah 100 persen," tuturnya.
 
Soal fondasi bangunan, AS mengaku tidak benar. Menurutnya, hal itu hanya ketidaksesuaian gambar dalam rencana anggaran belanja (RAB).
 
"Itu ada fondasi cuma tidak memenuhi dengan standar yang termuat dalam gambar. Di gambar itu tinggi fondasi minimal 1 meter hanya saja dikerjakan tidak sampai 1 meter sesuai dengan gambar dan RAB," akunya. 
 
Sementara, Direktur RSUD Sanana, dr. Makmur Tamani, dikonfirmasi membantah hal tersebut. "Tidak benar. Itu hanya fitnah," kilahnya.
 
Menurutnya, bangunan isolasi sudah selesai 100 persen. Hanya belum difungsikan. "Sudah selesai dikerjakan. Cuma belum ada pasien. Kita tunggu pertanggungjawaban dari PUPR dulu baru kita fungsikan," tandasnya.
 
Amatan Malut Post, dasar bangunan tersebut berbentuk slop beton (bukan fondasi). Instalasi menggunakan kabel bekas. Besi untuk sapteng menggunakan besi bekas. (cr-01)
 
 
 
-
Peliput : Gunawan Tidore
Editor   : Ikram