Begini Penjelasan Direktur CV. PB dan Kadis PUPR Kepsul Soal Gedung Isolasi

Plt Kadis PUPR Perkim Kepsul Nursaleh Bainuru. (ISTIMEWA)

Sanana, malutpost.id - Direktur CV. Permata Bersama (PB) Arsandi Yainahu membantah jika proyek pembangunan gedung isolasi covid-19 di RSUD Sanana tanpa fondasi dan menggunakan material bekas. 
 
Menurut Arsandi material bangunan tersebut sempat bermasalah. Namun, sudah digantinya material berupa kabel dan besi bekas.
 
"Semuanya sudah diganti. Ada fondasi dan kanal itu, atau nanti saya konfirmasi ke direktur RSUD Sanana selaku PPK," katanya kepada malutpost.id, Rabu (9/9/2020).
 
Lanjut Arsandi, pembangunan gedung isolasi tersebut dikerjakan oleh Jek, warga Desa Waihama. Saat dalam pekerjaan, Jek berselisih paham dengan Aswad. Buntutnya, Aswad lalu mengambil gambar pekerjaan. "Jek baku salah dengan anak buahnya si Aswad. Lalu Aswad coba foto-foto sembarang dan mau lapor sembarang mau kasih busuk si Jek. Tapi itu fitnah," kata Arsandi. 
 
Senada, Plt Kepala Dinas PUPR-Perkim Kepsul, Nursaleh Bainuru mengaku tidak benar, jika proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan spek atau rencana anggaran biaya. "Tidak benar, penyedia juga siap dikonfrontir," terang Nursaleh.
 
Nursaleh lantas menantang untuk dilakukan uji petik di lapangan untuk memastikan tudingan bahwa gedung isolasi tersebut tanpa fondasi dan gunakan material bekas.
 
"Panggil sumbernya supaya sama-sama uji petik di lapangan dengan pihak RSUD selaku pelaksana kegiatan dan penyedia," tegasnya.
 
"Konfirmasi di kontraktornya lagi biar mereka jelaskan secara terbuka. Sesungguhnya yang nama aswad itu siapa. Karena nama Aswad itu yang sengaja mau cari-cari masalah," tutup Nursaleh.
 
Sebelumnya, Direktur RSUD Sanana Makmur Tamani yang sudah selaku PPK dikonfirmasi menyatakan jika tuduhan tersebut hanyalah fitnah belaka."Itu tidak benar, itu fitnah. Bangunan isolasi sudah 100 persen selesai,"pungkasnya. (cr-01)
 
 
 
 
-
Peliput : Gunawan Tidore
Editor   : Ikram