Soal Kasus Dugaan Korupsi SSO, Kejari Kepsul Panggil Wadir CV. Karisma Karya

Kasi Pidsus Nanda Hardika. (Foto: Gunawan/malutpost.id)

Sanana, malutpost.id -- Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan lampu solar single ornamen (SSO) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepsul. 
 
Recananya, hari ini penyidik memeriksa Wakil Direktur CV. Karisma Karya, Roni H. N Tomahir sebagai saksi. Pasalnya, proyek senilai Rp2,1 miliar (Rp. 2.196.976.062,04) tahun 2019 itu dikerjakan oleh perusahaan tersebut. 
 
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Nanda Hardika mengaku belum bisa memastikan saksi tambahan tersebut bisa menghadiri panggilan atau tidak."Memang ada rencana pemanggilan. Tapi belum tau ini karena kapal (ke Sanana) hari ini tidak ada. Jadi kita tidak tahu dia hadir atau tidak," kata Nanda kepada malutpost.id, Rabu (16/9/2020). 
 
Di singgung soal saksi yang diperiksa, Nanda enggan membeberkan jumlah saksi yang telah dimintai keterangan. Alasannya, dapat menghambat proses penyelidikan dan penyidikan. "Kita belum bisa beberkan ke publik karena ini masih bahan. Tapi kurang lebih sekitar itu (3 saksi)," ungkapnya.
 
Informasi yang dikantongi malutpost.id, surat pemanggilan saksi nomor : SP-790/Q.2.14/Fd.1/09/2020 tertanggal 16 September 2020 itu ditujukan ke Wakil Direktur CV. Karisma Karya, Roni H. N Tomahir. 
 
Isi suratnya, Roni dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pindana korupsi pada pengadaan lampu solar single ornamen 2019 pada Dinas PUPR Kapsul.
 
Panggilan itu juga mengacu surat perintah (Sprin) penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kepsul Nomor : Print-219/Q.2 14/Fd.1/07/2020 tanggal 22 Juli 2020 yang ditandatangani langsung oleh Kejari Kepulauan Sula, Romulus Haholongan. (cr-01)
 
 
 
-
Peliput : Gunawan Tidore
Editor   : Ikram