Merayakan Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di Amerika

Penulis berada di depan Masjid IBCC, Boston, AS.

Oleh: Herawati Teapon, Mahasiswa S2 bidang studi Teaching English as a Second Language (TESOL), Boston University

Alhamdulillah tahun ini dapat dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadan. Tak seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya yang tak pernah absen saya jalani bersama kedua orang tua saya di Ternate, Maluku Utara, tahun ini saya harus menjalani puasa dan Lebaran di Amerika Serikat. Setelah dinyatakan lulus program Beasiswa Indonesia Timur LPDP tahun 2018 dan sempat mengalami penundaan berangkat karena pandemi COVID-19, saya berangkat ke Amerika Serikat bulan Januari 2021 dan dijadwalkan akan selesai pada Mei 2022.

Sebelumnya, saya pernah ke AS di tahun 2015 dengan program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dari pemerintah AS. Ramadan tahun ini jatuh pada tanggal 13 April 2021 dimana proses perkuliahan masih berjalan. Sebagai mahasiswa S2 dengan kelas hybrid (mengikuti mata kuliah secara daring dan tatap muka), jadwal kuliah saya semuanya pada sore hari yaitu pukul 16.40 -19.25.

Waktu kuliah saya sering bentrok dengan Salat Ashar, Magrib, dan buka puasa sebenarnya. Namun, dosen-dosen kami sangat paham tentang bulan puasa dalam Islam. Kami bahkan ditawarkan agar tidak perlu mengikuti kelas dan hanya menonton recording dan boleh meninggalkan kelas jika sudah masuk waktu Magrib. Salah satu dosen bahkan mendahulukan mahasiswa muslim untuk presentasi terlebih dahulu karena khawatir akan mengganggu jadwal Salat. Mendengar hal ini saya sangat terharu karena mereka sangat menghargai umat Muslim.

Mengenai jadwal Salat, tidak seperti di Indonesia, di Amerika tidak mengenal imsak sehingga berpatokan pada Salat Subuh. Durasi puasa mencapai 16 jam karena jatuh pada musim semi. Untuk ibadah Tarawih, beberapa Masjid dibuka untuk sholat dengan sistem sign up (mendaftar lebih dahulu), membawa sajadah, dan berwudhu dari rumah.

Mengenai makanan halal, saya biasa membeli daging di toko halal yang lokasinya dekat dengan Masjid Raya Boston atau Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC). Untuk bahan-bahan dapur, kudapan, dan lain-lain saya bisa beli di Asian Market atau supermarket lainnya. Di Boston, saya juga tergabung digrup pengajian dan salah satu anggotanya berbagi info tentang catering makanan halal Indonesia yang bisa pre-order untuk dibeli.

Di Amerika, saya bergabung dengan Islamic Society of Boston University (ISBU). Komunitas ini banyak mengadakan kegiatan keagaman dan kemanusiaan seperti webinar, Tadarus Bersama, study tour, penggalangan dana kemanuasiaan, dan lain-lain.

Selama bulan suci Ramadan, ada beberapa kegiatan tambahan seperti buka puasa bersama, sahur bersama, dan Salat Tarawih berjamaah. Saya pun mengikuti kegiatan buka puasa bersama dan salat berjamaah. Walau outdoor, panitia tetap memeriksa green batch mahasiswa yang hadir. Uniknya, beberapa saudara non-muslim pun hadir karena mereka mengikuti tantangan puasa bersama anggota ISBU.

Buka puasa bersama Islamic Society of Boston University, 20 April 2021.

Idul Fitri di Amerika

Untuk Idul Fitri tahun ini, alhamdulillah saya dapat mengikuti Salat Idul Fitri di dalam Mesjid Terbesar Boston yaitu di Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC). Karena begitu tinggi antusiasme umat Muslim dan situasi pandemi, Salat Idul Fitri pun dibagi menjadi 4 waktu berbeda. Saya dan teman saya mendapat slot pukul 06.30 pagi.

Semua aktivitas tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Setiap jamaah pun diwajibkan membawa surat konfirmasi dengan barcode yang telah dikirimkan sebelumnya via email untuk dapat mengikuti Salat. Salat berlangsung sekitar 30 menit dengan khotbah 15 menit. Saya senang dan merasa sangat beruntung dapat mengikuti Salat Idul Fitri walau dalam suasana pandemi COVID-19 di Amerika Serikat tahun ini. (*)