Warga Ternate Dianjurkan Tarawih di Rumah

IMBAUAN: Ketua MUI Ternate Usman Muhammad (tengah) bersama Kasubag TU Kemenag Ternate Mahmud Zulkiram dan Dandim 1501/Ternate Kolonel (Czi) Mahfud Ghozali dalam jumpa pers, Sabtu (11/4). (Rusdi Abdurahman/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Ramadan tahun ini tampaknya akan dilewati umat muslim dengan suasana amat berbeda. Situasi pandemik Covid-19 membuat berbagai kebijakan baru terpaksa diterapkan. Salah satunya adalah anjuran untuk melaksanakan salat tarawih di rumah. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama Kota Ternate pun senada menganjurkan pelaksanaan salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Dalam konferensi pers di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ternate, Sabtu (11/4), Ketua MUI Ternate Usman Muhammad mengungkapkan, surat edaran bersama tentang anjuran tarawih di rumah bagi umat muslim tahun ini bakal segera dikeluarkan.

“Nantinya edaran bersama dari Pemerintah Kota, Gugus Tugas, MUI, Kementerian Agama, maupun tokoh agama dan adat akan dibuat untuk menganjurkan. Bukan melarang, tapi kita anjurkan kalau boleh salat tarawih kita berjamaah bersama keluarga di rumah masing-masing,” ungkap Usman. 

Usman mengatakan, bencana global Covid-19 harus dilihat dari dua sisi. Selain menjadi cobaan, juga ada hikmah yang bisa diambil di baliknya.

“Jika selama ini kita sibuk membaca Alquran di luar rumah, rupanya tahun ini Allah kasih cobaan ini agar kita mau memberikan cahaya Alquran di rumah sendiri,” tuturnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri Ternate ini berharap, warga bakal mematuhi semua imbauan yang disuarakan MUI maupun Pemkot dan Gugus Tugas. Sebab tujuannya tak lain demi keselamatan umat manusia di tengah maraknya penyebaran Covid-19 ini.

“Kalau ingin kita semua selamat, dengarlah seruan ulama. Sebab dengar seruan ulama itu sama dengan dengar hadis Nabi dan Alquran. Karena sumber hukum kita dalam beragama ada empat. Ada Alquran, hadis, ijtima atau kesepakatan para ulama dan qiyas,” terang Usman.

Sikap tegas terkait pelaksanaan tarawih di rumah juga dinyatakan Kemenag Ternate. Kasubag TU Kemenag Ternate Mahmud Zulkiram menyatakan, pihaknya berpegang pada edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Edaran tersebut telah jelas menyebutkan tarawih dan tadarusan dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Bahkan diimbau segala aktivitas ibadah yang biasa kita lakukan di luar sebaiknya dilakukan di rumah. Karena dengan cara kita ibadah di rumah dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” jabarnya.

Zulkiram mengakui, saat ini masih banyak masyarakat Ternate yang tetap beribadah di luar rumah. Ini tak lepas dari pemahaman warga bahwa kemuliaan dan keutamaan salat berjamaah adalah jika dilakukan di masjid.

“Memang benar. Tetapi dengan kondisi yang sekarang ini, sebagaimana ushul fiqh menyatakan, menolak sebuah kemudaratan itu lebih diutamakan dari sekadar mendatangkan sebuah kemaslahatan. Berjamaah di masjid itu pahalanya Allah berikan 27 derajat, tetapi di sisi lain dalam kondisi saat ini bisa saja dengan tetap berjamaah membuat seseorang terjangkit virus. Begitu juga dengan kegiatan buka puasa bersama,” paparnya.

Terpisah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Maluku Utara Muchsin Saleh Abubakar menyatakan DMI tetap mengikuti petunjuk teknis protokol kesehatan dari Pemerintah Pusat. Karena itu, DMI mengimbau warga Malut tetap bersabar dan mengikuti petunjuk serta arahan pemerintah. “Dan jangan lupa selalu bermunajah agar Allah mengangkat ujian dan cobaan ini secepatnya, aamiin,” ucap Muchsin.(udy)