Masih Ada Warga Pahe Hadapi Maklumat Pemkot

PATROLI: Petugas gabungan melakukan patroli pembatasan waktu aktivitas. (PUTRI CITRA ABIDIN/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id – Kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah warga Kota Ternate sejak pukul 9 malam rupanya belum sepenuhnya ditaati. Padahal, kebijakan tersebut telah dituangkan dalam maklumat bersama Pemerintah Kota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Setiap malam pun anggota polisi selalu patroli membubarkan kerumunan warga bahkan menutup sebagian akses jalan utama.

Wakapolres Kota Ternate Kompol Jufri Dukomalamo mengungkapkan masih ada sebagian masyarakat yang pahe alias bandel dan tak menaati maklumat tersebut. Dalam maklumat tertulis pembatasan aktivitas di tempat-tempat umum dilakukan sejak pukul 9 malam hingga 5 pagi. “Tujuannya untuk physical distancing. Sejauh ini menurut pantauan kami sebagian besar masyarakat sudah memahami sedangkan masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum memahami," ungkapnya. 

Saat ditemui di sela-sela patroli, Jufri mengakui pihaknya terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Memasuki dua pekan patroli tim semenjak pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, patroli kita berfokus pada area publik yang dianggap paling ramai misalnya di Taman Nukila, pasar tradisional, Tapak dan pasar modern," akunya. 

Jufri bilang, pedagang yang biasanya berjualan hingga dini hari mulai paham larangan berdagang setelah pukul 9 malam. Namun malam tadi ada juga yang ternyata membandel. “Untuk itu kami tetap mengedukasi agar mereka jadi pelopor pejuang memutus mata rantai," imbuhnya. 

Sejauh ini, kepolisian menutup akses Jalan Djabir Syah, Dodoku Ali hingga Jalan Pahlawan Revolusi sampai ke Pelabuhan Ahmad Yani. Penutupan dilakukan sejak jam 9 malam. “Dan kami akan terus patroli dan edukasi sampai ada pernyataan resmi bahwa virus corona ini dapat kendalikan,” tandas Jufri.(mg-05)