KATAM: Segera Pulangkan Tenaga Kerja Asing!

Muhlis Ibrahim

Ternate, malutpost.id – Langkah PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) yang diduga mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di tengah pandemi Covid-19 mendapat kecaman berbagai pihak. Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara Muhlis Ibrahim menyatakan, kebijakan HPAL yang tidak mendukung langkah pemerintah dalam pengendalian wabah virus corona harus dilawan secara radikal.

Muhlis bilang, buruh tambang dan masyarakat Maluku Utara berhak untuk menolak. Karena ini berkaitan dengan persoalan penyebaran wabah virus covid-19. “Di samping itu, dasar kita menolak adalah adanya edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/1/HK.04/II/2020 tentang Pelayanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang Berasal dari Republik Rakyat Tiongkok dalam Rangka Pencegahan Wabah Penyakit yang Disebabkan oleh Virus Corona,” jabarnya dalam keterangan tertulis yang diterima malutpost.id, Selasa (14/4).

Muhlis menuturkan, dalam Surat Edaran tertanggal 21 Februari 2020 itu terdapat tiga poin. Pertama, melarang dan menghentikan sementara penggunaan tenaga kerja asing yang akan didatangkan dari negara RRT.

Kedua, bagi tenaga kerja asing yang dipekerjakan pada pekerjaan yang bersifat sementara dan masih tinggal di Indonesia tetap dapat diperpanjang paling lama 6 bulan.

Ketiga, Surat Edaran ini berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 29 Februari 2020 dan akan dievaluasi kembali. “Dan sampai sekarng belum ada diketahui evaluasi selanjutnya,” tegas Muhlis. “Maka dari itu, saya mengajak kepada masyarakat Maluku Utara, dan lebih khusus masyarakat Halmahera Selatan untuk bersama-sama kita menolak tenaga kerja asing yang berasal dari China,” tandasnya.(aby)