Surat Lurah Gamalama Tuai Polemik

POLEMIK: Surat Lurah Gamalama yang tuai pro dan kontra. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Pemerintah Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate menerbitkan surat permohonan bantuan kerja sama untuk pelaku usaha yang beroperasi di Gamalama. Dalam surat yang ditandatangani Lurah Gamalama Muhammad Ichsan itu pihak Kelurahan mengajak pelaku usaha bekerja sama menyalurkan bantuan bagi warga Kota Ternate. Permohonan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan pelaku usaha.

 

Surat tertanggal 14 April 2020 itu berbunyi “sehubungan dengan terjadinya wabah Covid-19 yang menimbulkan dampak sosial bagi kehidupan warga sehari-hari akibat imbauan berdiam diri di rumah. Untuk itu kami dari Pemerintah Kelurahan Gamalama akan membagikan bantuan sembako kepada masyarakat yang ada di Kelurahan Gamalama yang terkena dampak Covid-19.”

 

Surat bernomor 460/18/IV/2020 tersebut juga menuliskan “untuk itu kepada pelaku usaha yang ada di Kelurahan Gamalama apabila berkeinginan memberikan bantuan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara kerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Gamalama.”

 

Masuknya surat permohonan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan pelaku usaha. Ada yang mengeluhkannya, ada pula yang mendukung.

 

Salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang jual beli bahan bangunan menyatakan dukungannya atas gerakan yang digagas pihak Kelurahan itu. Hanya saja, ia meminta kepastian kemana bantuan tersebut akan disalurkan. “Jadi pastikan dulu pihak-pihak mana yang berhak dapat bantuan. Terus kasih rinci nanti kami kasih bantuan dalam bentuk uang atau sembako atau yang lainnya,” tutur pengusaha yang menolak namanya dipublikasikan itu, Rabu (15/4).

 

Respons berbeda disampaikan pengusaha konveksi yang ditemui malutpost.id. Dia bilang, surat permohonan itu membuatnya seakan makan buah simalakama. “Tidak kasih tara enak, mau kasih jujur sedikit beban karena penjualan sekarang tidak sama dengan sebelum-sebelumnya,” akunya.

 

Menurut dia, semenjak pagebluk Covid-19 melanda penjualan di tempatnya menurun hingga di atas 50 persen. Ia bahkan harus meminta pengertian karyawannya untuk pengurangan bonus-bonus. “Jadi memang sedikit tambah beban,” ujarnya.

 

Lurah Gamalama Muhammad Ichsan yang dikonfirmasi malutpost.id hanya menjawab singkat jika surat tersebut tak ditujukan untuk para pemilik toko. Ketika ditanyakan untuk pelaku usaha mana surat itu diberikan, Ichsan tak lagi menjawab. Di sisi lain, malutpost.id menemukan edaran surat tersebut ditujukan untuk Pimpinan PT Satrya Reksa Binaguna. PT tersebut diketahui merupakan pemilik toko spare parts kendaraan.(aby)