KATAM Curiga Pemprov Terlibat Masuknya TKA PT HPAL

Muhlis Ibrahim

Ternate, malutpost.id – Dugaan kedatangan 46 tenaga kerja asing (TKA) asal Republik Rakyat Tiongkok yang dipekerjakan PT Halmahera Persada Lygend terus meluas ke publik. Bahkan rute perjalanan dan nama-nama para pekerja tercantum lewat data yang diklaim berasal dari manifest penerbangan di Manado, Sulawesi Utara. Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara menduga, ada peranan Pemerintah Provinsi Malut di balik ‘penyelundupan’ para TKA ini.

 

Koordinator KATAM Malut Muhlis Ibrahim dalam keterangan tertulisnya pada malutpost.id menyatakan, ketika semua warga Malut tengah berjuang melawan wabah Covid-19, PT HPAL yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan justru mendatangkan puluhan TKA baru. Muhlis menduga, ada campur tangan Pemprov dalam kedatangan pekerja asing ini.

 

“Patut dicurigai ada campur tangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Sebab kalau dilihat dari rute perjalanan mereka, yakni dari China, Vietnam, Kamboja, Nunukan, kemudian Manado dan tiba di Pelabuhan Khusus Pulau Obi, tentu ada banyak pihak yang pasti turut terlibat. Ada kerja sama antara mafia tenaga kerja dengan Pemerintah Daerah. Dan menurut kami, potensi besar pihak pemerintah yang terlibat adalah Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perhubungan,” ungkapnya, Rabu (15/4).

 

Demi menepis kecurigaan publik atas keterlibatan itu, sambung Muhlis, harus ada langkah konkret dan konsisten dari Pemprov Malut. Yakni memulangkan TKA yang baru datang kembali ke negara asalnya. “Dan mencabut rekomendasi pelabuhan khusus yang direkomendasikan oleh Gubernur kepada PT HPAL,” tegasnya.

 

Sanksi yang diberikan kepada perusahaan tersebut, kata Muhlis lagi, tak bisa hanya dalam bentuk pernyataan semata. “Tapi harus jelas secara administrasi dan ditunjukkan ke publik melalui media. Jika hal ini tidak dilakukan maka kecurigaan publik benar adanya,” ujarnya.

 

Harita Group yang menaungi PT HPAL sendiri hingga kini masih bungkam soal benar tidaknya ada TKA baru yang ‘disusupkan’ ke Obi. Sedangkan Kepala Dishub Malut Armin Zakaria saat dikonfirmasi mengaku tengah rapat dan berjanji akan memberikan keterangannya usai pertemuan.(rls)