KATAM Desak Laporan Polisi terhadap Karyawan IWIP Dicabut

Muhlis Ibrahim

Ternate, malutpost.id - Keputusan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang mempolisikan salah satu karyawannya, Husen Mahmud, karena dianggap memprovokasi memantik reaksi Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara. Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim kepada malutpost.id menilai, ada yang coba ditutupi oleh pihak PT IWIP terkait kondisi di dalam site. "Makanya mereka sangat reaktif pada postingan di media sosial Facebook, karyawan yang bernama Husen Mahmud. Dan bahkan dipecat dan dipolisikan," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4).

 

Muhlis menuturkan, kebijakan perusahan tambang yang intimidatif tidak bisa dibiarkan. “Kami sangat mengecam keras sikap perusahaan seperti ini. Proses hukumnya harus dihentikan,” tegasnya.

 

Perusahaan, kata dia, seharusnya mencari solusi atas keluhan karyawan, bukan mempolisikan. Muhlis bilang persoalan ini harus diseriusi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Inspektur Tambang Maluku Utara. "Apalagi yang dipolisikan ini adalah tenaga kerja lokal. KATAM juga meminta kepala security dan HRD PT IWIP, dipecat karena tidak menciptakan kenyamanan yang baik bagi para pekerja ditempat kerja. Kenyamanan kerja para pekerja itu dijamin oleh negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Tenaga Kerja," jabarnya.

 

Maka dari itu, Muhlis menegaskan, pemerintah perlu secepatnya menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai muncul masalah yang lebih besar lagi. “Karena kami mendapatkan informasi sebagian besar aktivis dan LSM yang pro terhadap tenaga kerja sudah bergerak masuk ke Kabupaten Halmahera Tengah dimana PT IWIP ini beroperasi,” tandasnya.(aby)