Awas, Warga Ternate Dua Kali Kena Razia Bakal Digunduli

PAHE: Petugas saat menggunduli rambut warga yang sudah dua kali diamankan. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id - Tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate tetap gencar melakukan patroli malam hari selama Ramadan. Dalam patroli, warga yang kedapatan berkerumun di atas jam 9 malam bakal diamankan ke posko Gugus Tugas. Selama Ramadan, setidaknya sudah 200-an warga Ternate yang kena razia. "Kalau ditambah dengan sebelum Ramadan mungkin sudah sekitar 400-an kita amankan mulai dari siswa sekolah, remaja sampai orang tua tidak punya akal, duduk nongkrong percuma," ungkap Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Ternate Kompol Jufri Dukomalamo, Selasa (28/4). 

 

Masih banyaknya warga yang kena razia tiap malam membuat Jufri geram. Menurutnya, masyarakat menganggap remeh situasi saat ini padahal jumlah kasus positif Covid-19 di Maluku Utara sudah 26 kasua. "Masyarakat Kota Ternate ini menurut kami sebenarnya mereka tahu (bahaya virus), tapi kayaknya mereka sengaja dan pahe, menganggap remeh situasi bahwa virus tidak akan kena mereka," sesalnya. "Beberapa malam ini lebih banyak mengamankan di bagian selatan. Kedapatan ada di pangkalan, ada yang di depan rumah, kalau mereka berkumpul lebih dari 5 orang," akunya.

 

Jufri mengungkapkan, mayoritas warga yang diamankan tidak menggunakan masker. "Kalau mereka bilang tidak ada tidak mungkin karena masker ini sudah banyak diberikan cuma-cuma kepada masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat sudah bagi masker," sambungnya. 

 

Warga yang diamankan langsung didata sebelum dipulangkan. Jika sudah dua kali kena razia, warga tersebut bakal langsung digunduli rambutnya. "Kalau kedapatan kedua kalinya kita bawa ke Polres lakukan pembinaan. Kalau memang tidak juga botakin rambut supaya ada efek jera," sebut Jufri. "Kalau laki-laki bisa kita botakin, tapi yang perempuan ini kami pusing bagaimana," lanjutnya.

 

Jufri juga mengingatkan masyarakat merupakan garda terdepan yang bisa memutus mata rantai penyebaran virus. "Kita imbau untuk bersama memutus mata rantai Covid-19. Masyarakat ini garda terdepan, bukan petugas. Apalagi kita khawatirkan transmisi lokal ini. Selama ini memang kasus terkonfirmasi masih impor, tapi mari bersama kita tingkatkan kesadaran untuk jangan dulu berkumpul-kumpul yang tidak masuk akal," pungkasnya.(mg-05)