Minim Edukasi, Warga Tolak Gedung Asrama Haji untuk Karantina


Ternate, malutpost.id - Puluhan warga Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan mendadak memadati halaman depan kantor lurah, Rabu (29/4). Mereka resah dan menolak penggunaan gedung asrama haji sebagai rumah singga atau transit bagi pelaku perjalanan yang baru tiba di Ternate. 
Insinden yang terjadi sekira pukul 10.00 WIT membuat Kapolsek Ternate Selatan Iptu Supriadi turun tangan. Kapolsek yang berusaha menjelaskan namun warga bersikuku tetap menolak. Mereka menilai sejauh ini tidak ada sosialisasi dari pemerintah soal itu. 
 
Kapolsek Ternate Selatan, Iptu Supriadi dalam kesempatan itu lantas memberikan penjelasan kepada warga terkait rencana penggunaan gedung tersebut. Dia lantas meminta alasan warga menolak penggunaan gedung itu. "Saya tidak melarang tetapi saya minta penjelasan apa alasan bapak menolak," kata Supriadi. 
 
Sementara menurut warga penutupan itu atas kemauan semua warga.  Warga menilai sejauh ini tidak ada informasi dan sosialisasi dari pemerintah kepada warga. Apalagi mereka mendengar beberapa lokasi juga melakukan hal serupa seperti di gedung Balai Latihan Kerja. "Kita belum dapat informasi dan pemberitahuan tiba-tiba datang gunakan gedung, kami tolak," kata Ibrahim yang juga wakil imam Kelurahan Ngade. 
 
Ismit Alkatiri, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, penolakan warga ini beralasan. Selain gedung yang berdekatan dengan pemukiman warga, ada beban psikologis yang dialami warga karena virus yang saat ini gencar di beritakan. "Mengapa warga di Wuhan harus di karantina di Natuna dengan jaraknya jauh karena ada standar jarak gedung dengan pemukiman, ini juga harus dijelaskan kepada warga," ujar lelaki yang biasa disapa Aba Ismit itu. 
Puluhan emak-emak juga memadati lokasi. Mereka meminta pemerintah segera mencari gedung lain. Alhasil, rapat yang rencananya dilaksanakan pukul 9 pagi akhirnya molor. (ikh)