Ahli Lingkungan Malut Soroti Limbah Medis Pasien Corona

M. Syarif Tjan

Ternate, malutpost.id - Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Maluku Utara yang kini menjadi 41 orang mengharuskan penanganan wabah harus semakin ekstra. Termasuk penanganan limbah medis dari pasien corona sendiri.

 

Ahli Lingkungan Hidup Malut, M. Syarif Tjan kepada malutpost.id mengatakan, limbah medis dari pasien Covid-19 harus di-treatment khusus dan tidak bisa digabung dengan limbah medis lainnya. Limbah medis seperti jarum suntik, botol infus bekas, hingga masker pasien Covid-19 harus dipisahkan dengan pasien yang lain. Begitu juga dengan pakaian kotor pasien Covid-19 harus dipisahkan. “Limbah-limbah itu harus segera ditangani dengan cara dibakar di incenerator,” kata Syarif, Kamis (30/4).

 

Syarif menambahkan, limbah medis berupa limbah B3 dari pasien Covid-19 semaksimal mungkin tidak digabungkan dengan limbah pasien bukan Covid-19. Begitu juga dengan limbah domestik, limbah infeksius, dan limbah patogen dari pasien Covid-19 semuanya harus dipisahkan dan dikelola khusus.

 

Ia menilai, jika hal itu tidak dilakukan maka sebaran penyakit corona bisa tertular lewat media limbah tersebut. “Saya dan teman-teman ahli teknik lingkungan siap membantu Gugus Tugas Covid-19 untuk menangani limbah dari pasien Covid-19. Itu kalau mereka mau,” tuturnya.

 

Syarif juga menuturkan, limbah medis Covid-19 tidak saja bersumber dari pasien, tetapi dari dokter dan perawat yang menangani pasien corona. Seperti sarung tangan dokter dan alat pelindung diri (APD) yang sudah selesai dipakai. 

 

Selain limbah pasien positif Covid-19 di rumah sakit, dirinya juga mengharapkan tim Gustu Covid-19 memperhatikan limbah pasien ODP dan PDP baik yang dikarantina di hotel maupun yang karantina mandiri di rumah. Limbah domestik yang dihasilkan oleh ODP, PDP maupun OTG juga harus dikelola khusus. Jika hal itu tidak diperhatikan maka sebarannya sangat signifikan, karena corona bisa tertular pada masyarakat sekitar TPS Rumah Sakit, para petugas kebersihan, dan para pemulung. “Tim Gugus Tugas harus membentuk divisi khusus dalam menangani limbah medis pasien Covid-19,” tandasnya.(aby)