Bansos Covid-19 Pemkot Berujung Protes, DPRD Buka Data

Komisi I Dekot saat berada di kantor Kelurahan Kulaba, Jumat (8/5)

Ternate, malutpost.id - Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 oleh Pemerintah Kota Ternate, pada Kamis (7/5) menuai protes sejumlah warga Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat. 
 
Pasalnya, bantuan itu ditengarai tidak merata. Aksi protes itupun viral di media sosial Facebook. 
 
Ketua Komisi I, Mochtar Bian mengatakan, pihaknya telah memastikan langsung data penerima bantuan di kelurahan tersebut.  
"Sudah ada penjelasan dari Lurah tidak ada masalah dan kami lihat data juga sudah sesuai prosedur," kata Mochtar, Jumat (8/5) pagi tadi. 
 
Menurutnya, dia bersama anggotanya, Yamin Rusli, mengaku insiden itu karena kurangnya sosialisasi sehingga terjadi miskomunikasi antar pihak kelurahan dan warga. 
 
"Informasi dari lurah, penerima bantuan dari pusat itu hampir 200 dan datanya valid, jadi yang belum dapat akan didata kembali," ujar politisi PKB itu. 
 
Sementara, Lurah Kulaba, Abjan Hasyim mengatakan penerima bantuan disesuaikan dengan nama yang ada dalam daftar. "Yang kami ajukan 300 lebih itu warga yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah tapi di Dinsos yang diakomodir hanya itu, "akunya. 
 
Abjan bilang, Dinsos sendiri sudah dua kali merivisi data penerima. Alasannya, sebagian nama tercatat pernah menerima bantuan dari pemerintah serta ada yang PNS. "Secara otomatis data langsung diganti dengan warga yang belum pernah mendapatkan bantuan dan tidak mampu," katanya.
 
Dia juga menepis isu tebang pilih bantuan, menurut Abjan dia tidak memiliki keluarga dekat di Kulaa. "Saya tinggal di Toboko tidak ada keluarga dekat di Kulaba, bagaimana saya bisa disebut pilih kasih atau tebang pilih," tutupnya. (mg-05)
 
-
 
Peliput : Putri Citra Abidin
Editor   : Ikram Salim