Nurlela Minta Rekam Medis 10 Pasien Covid-19 Dibuka

Nurlela Syarif

Ternate, malutpost.id - Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif meminta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Maluku Utara maupun Kota Ternate membuka rekaman medis 10 pasien corona yang berusaha kabur dari karantina, Kamis (14/5).
 
Menurutnya, pihak terkait mestinya tidak menyalahkan pasien yang berulah. Untuk itu, tim medis harus secara transparan menjelaskan rekaman medis para pasien.
 
"Jangan salahkan pasien yang berulah, mereka butuh kejelasan dan transparansi rekam medis," ungkapnya saat dikonfirmasi whatsapp, Jumat (15/5). 
 
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Ternate ini, menilai lamanya masa karantina bisa berdampak pada sikap seseorang. "Coba kita renungi jika pasien itu anggota keluarga kita, dengan kondisi mereka yang tanpa gejala maka manusiawi kalau mereka butuh penjelasan atas apa yang terjadi pada diri mereka, pertanyakan hak rekam medis yang transparansi dan adil," katanya. 
 
Dia bilang, jika mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, serta  UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 menjelaskan tentang hak pasien untuk mendapatkan informasi dan edukasi. "Di pasal 7 setiap orang berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan kemudian pasal 8 setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan," pungkasnya. (mg-05)
 
-
Peliput : Putri Citra Abidin
Editor   : Ikram Salim