Melihat Diskusi Pegiat Literasi Indonesia

Perkumpulan literasi Indonesia saat melakukan diskusi menggunakan aplikasi Zoom. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Perkumpulan Literasi Indonesia dan kelas menulis menggelar diskusi, terkait dengan dunia perbukuan dan penyunting buku.
 
Diskusi dilakukan melalui video conferecing Zoom menghadirkan editor, penulis buku, hingga Jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Pegiat Literasi Indonesia Faiz Ahsoul Faiz dalam  menyatakan, kegiatan itu bukan sekedar menambahkan wawasan pengetahuan terkait dengan dunia penyuntingan buku, dan juga kerja-kerja editor buku, tetapi juga memberikan pemahanan secara aplikasi bentuk karya para perserta yang hadir dalam diskusi tersebut.
 
’’Kerja-kerja editor itu membutuhkan kesabaran yang tinggi, karena naskah yang akan dipelajari itu adalah teks para penulis yang kemudian akan edit,’’kata fais yang juga merupakan editor lepas Indonesiabuku Jogjakarta.
 
Kerja-kerja penyuntingan buku, kata Fais selain teman bertengkar penulis, yakni memastikan sebuah naskah agar layak untuk diterbitkan,  maka penyunting tidak semena-mena mengubah naskah tanpa kesepakatan dengan penulis."Artinya tidak barbar melakukan kejahatan teks,’’katanya. 
 
Penyunting juga harus sabar membangun dialog dengan penulis sertakukuh mempertahankan argumentasi terhadap penulis yang keras kepala yakni meyakinkan dirinya untuk menyetujui kesepakatan sesuai norma."Kesepakatan penyunting dengan penulis, sebaiknya tidak melukai perasaan, karena yang diutakaman yaitu kesabaran,’’ tuturnya.
 
Diskusi yang menghabiskan waktu hampir 2 jam, kemudian disepakati untuk melakukan konten penulis akan dirancang peserta penulis yang terlibat dalam diskusi tersebut.
Sekedar Informasi, Tim Penulisan Karya Literasi tersebut, ada 4 kota di Indonesia, dan 5 Provinsi di Indonesia, yaitu Mawardah (Medan), Herman Degei, (Nabire), Teguh Tidore (Maluku Utara), Zoana Zettira (DI Yogjakarta), Heri Maja Kelana (Bandung), Lupy Agustina Dewy (Tasikmalaya), Mardianti (Sinjai), Egi Azwul, (Kab Tasikmalaya), Wahyu Rizkiawan (Bojonegoro), Septian M. Tiwar (Manado), AD.Rusmianto (Makassar). (mg-06)
 
Peliput : Bambang Cahyadi
Editor   : Ikram Salim