Tertutup Awan Tebal, Hilal di Ternate tak Terlihat, Puasa Digenapkan 30 Hari

Tim pemantau dari Stasiun Geofisika Ternate, BMKG saat melakukan rukyatul hilal di menara pantau, Afe-Taduma. (FOTO: IKRAM SALIM/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Kantor Kementrian Agama, Kota Ternate bersama Stasiun Geofisika Ternate, BMKG gagal melihat bulan saat melakukan rukyatul hilal di menara pantau observatori, di Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Jumat (22/5). 
 
Tim pantau tak berhasil melihat hilal sebagai penentuan 1 Syawal 1441 Hijriyah karena terhalang mendung tebal. 
 
Kepala Stasiun Geofisika Ternate, BMKG, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, hasil pemantauan tidak terlihat hilal karena horizon atau ufuk bagian barat tertutup awan tebal serta hujan lebar. 
 
"Hilal tidak terlihat jadi laporan kita ke BMKG pusat atau sidang isbat seperti itu (tak terlihat)," kata Kustoro, kepada malutpost.id usai ruqyat di menara pantau. 
 
Dikatakannya, posisi dilakukan ruqyat atau memantau posisi bulan sendiri yakni pada pukul 17.38. Kustoro bilang, hilal tidak terlihat karena bulan lebih dulu terbenam dari matahari.
 
Pukul 18.32 17 detik itu matahari terbenam sementara bulan terbenam pukul 18.14 12 detik. "Tadi hilal masih di bawah ufuk, jadi bulan lebih dulu terbenam daeipada matahari," jelasnya.
 
Sementara Kasubag TU, Kemenag Kota Ternate, Mahmud Zulkiram mengatakan, berdasarkan hasil rukyat petang tadi, posisi hilal  berada di bawah ufuk -4°2131,4".
 
"Artinya posisi hilal atau bulan tidak terlihat, jadi ramadhan tahun ini di genapkan menjadi 30 hari," pungkasnya.(ikh)
 
 
-
Editor  : Ikram Salim