Gelombang Mundur Pengurus 13 DPC PSI Semarang

Malutpost.id, Gejolak politik melanda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Semarang setelah jajaran pengurus dari 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara serentak menyatakan pengunduran diri

Vian Eka

[addtoany]

Gelombang Mundur Pengurus 13 DPC PSI Semarang

Malutpost.id, Gejolak politik melanda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Semarang setelah jajaran pengurus dari 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara serentak menyatakan pengunduran diri dari struktural kepengurusan. Aksi mundur massal ini ditandai dengan pengembalian aset berupa plang kantor DPC kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Semarang, sebagai simbol kekecewaan mendalam.

Hanif Nafilah Rozaq, Ketua DPC PSI Semarang Utara, mengungkapkan bahwa keputusan berat ini diambil sebagai bentuk protes atas penunjukan Ketua Pelaksana Tugas (Plt) DPD PSI Semarang, Bangkit Mahanantiyo, yang dinilai tidak memiliki dasar kuat. "Kami secara resmi mengundurkan diri dari struktural DPC PSI Kota Semarang, ditandai dengan pengembalian aset-aset DPC berupa plang kantor kepada DPD," ungkap Hanif dalam pernyataannya baru-baru ini di Kantor DPD PSI Kota Semarang. Ia menambahkan, keputusan ini didorong oleh perasaan bahwa suara mereka tidak lagi didengar, sehingga keberadaan mereka dalam struktur menjadi sia-sia.

Gelombang Mundur Pengurus 13 DPC PSI Semarang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara keseluruhan, 13 DPC beserta seluruh jajaran pengurusnya memilih untuk melepaskan jabatan struktural mereka. Meski demikian, mereka bersepakat untuk tetap menjadi kader biasa di PSI. "Kami sepakat untuk menjadi kader PSI biasa mulai malam ini," tegas Hanif, menegaskan bahwa mereka tidak meninggalkan partai, hanya melepaskan posisi kepengurusan.

Upaya dialog untuk mencari titik temu telah dilakukan, namun sayangnya tidak membuahkan hasil. Hanif menyebut bahwa komunikasi sudah diupayakan melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), bahkan langsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) via aplikasi WhatsApp, serta mengirim pesan ke akun Instagram Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. "Upaya komunikasi bahkan sudah kami lakukan langsung kepada Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, melalui pesan di Instagram, namun tidak ada tanggapan," keluhnya.

Kekecewaan serupa juga dilontarkan oleh Teguh Pambudi, mantan Ketua DPC PSI Semarang Tengah. Ia secara terang-terangan menilai DPW PSI tidak mampu menjembatani komunikasi antara DPC dan DPP. "Seharusnya DPW mampu menjadi jembatan komunikasi antara DPC dan DPP. Namun, kenyataannya DPW justru terlihat kebingungan dan tidak dapat memfasilitasi dialog," kritik Teguh, menyoroti kegagalan DPW dalam meredam gejolak internal ini.

Pengunduran diri ini bukan kali pertama munculnya ketidakpuasan di tubuh PSI Semarang. Sebelumnya, pada 11 Januari lalu, 13 pengurus DPC juga telah memprotes Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD PSI Kota Semarang. SK tersebut, yang menunjuk Bangkit Mahanantiyo sebagai Ketua DPD dan Melly Pangestu sebagai sekretaris, dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang telah dikomunikasikan oleh DPP kepada DPC.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Plt DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang pengunduran diri massal para pengurus 13 DPC di Kota Semarang ini. Situasi ini menambah daftar panjang dinamika internal partai politik menjelang kontestasi Pemilu mendatang.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer