Malutpost.id, Jakarta – Isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Spekulasi mengenai kocok ulang posisi menteri ini memicu tanggapan dari sejumlah pimpinan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, menegaskan bahwa keputusan mengenai reshuffle kabinet adalah hak prerogatif mutlak Presiden. Puan menyarankan agar pertanyaan terkait isu ini langsung diajukan kepada pihak Istana. "Hak prerogatif Presiden, silakan tanya ke Istana," ujar Puan di kompleks parlemen, Kamis (16/4).

Dari Fraksi Golkar, Muhammad Sarmuji selaku Ketua Fraksi di DPR, mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai wacana perombakan kabinet. Sarmuji menegaskan bahwa sepenuhnya keputusan tersebut berada di tangan Presiden. "Saya enggak tahu, itu kan wewenang Presiden. Nanti tergantung Presiden merenung, ‘perlu enggak ya reshuffle ya?’, gitu. Kira-kira begitulah kira-kira," katanya.
Meski demikian, Sarmuji menyatakan keyakinannya bahwa Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, tidak akan diganti jika reshuffle terjadi. Ia memuji kinerja Bahlil dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak global, termasuk keberhasilannya menstabilkan harga BBM. "Enggak semua negara bisa melakukan, bisa mengamankan ketahanan energi. Dan alhamdulillah Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil mengamankan suplai energi sekaligus satu hal yang sangat penting: bisa membuat harga BBM tidak naik," tambahnya.
Senada dengan Puan dan Sarmuji, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, juga menegaskan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Ia percaya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan membuat keputusan dengan pertimbangan yang matang dalam mengevaluasi kinerja para menterinya. "Jadi Pak Presiden ini ya akan melakukan reshuffle atau tidak, memilih siapa, ya itu adalah urusannya beliau," ujarnya.
Sementara itu, pihak Istana hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait isu perombakan kabinet. Namun, pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto diketahui menggelar rapat terbatas dengan sejumlah lingkaran dalamnya di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pertemuan ini diabadikan dan diunggah oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, melalui akun Instagram pribadinya. Dalam kesempatan tersebut, Dasco terlihat bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Ketiga nama terakhir dikenal sebagai figur dekat Presiden Prabowo dari Partai Gerindra.
Dasco mengungkapkan bahwa dalam pertemuan yang berlangsung pada 16 April 2026 di Istana Merdeka tersebut, ia menyampaikan perkembangan situasi politik, keamanan, dan ekonomi nasional, serta melaporkan agenda legislasi DPR kepada pemerintah. "Diterima Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan beberapa perkembangan situasi politik, keamanan dan ekonomi nasional serta melaporkan beberapa masukan dari fungsi legislasi DPR kepada Pemerintah di Istana Merdeka, 16 April 2026," tulis Dasco dalam unggahannya.

