Malutpost.id, Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat pagi, 3 Juli. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan terjadi tepat pukul 09:31:29 WIB.
Pusat gempa teridentifikasi berada pada koordinat 1.93 Lintang Utara dan 127.39 Bujur Timur, atau sekitar 58 kilometer di arah Barat Daya Pulau Doi, Maluku Utara. Hiposenter gempa tercatat pada kedalaman 100 kilometer.

Guncangan akibat gempa ini dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Laporan BMKG menyebutkan bahwa intensitas guncangan mencapai skala III-IV MMI di Halmahera Utara. Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan beberapa di luar, berpotensi menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi.
Selain Halmahera Utara, guncangan dengan skala intensitas III MMI turut dirasakan oleh masyarakat di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai. Sementara itu, warga di Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango melaporkan merasakan guncangan pada skala II-III MMI.
Meski demikian, BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa karakteristik gempa ini tergolong sebagai gempa bumi menengah. Fenomena ini, menurut Wijayanto, diakibatkan oleh aktivitas deformasi batuan yang terjadi di dalam lempeng Laut Maluku. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," terang Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima Malutpost.id.


































