Jakarta Gempur Ikan Sapu Sapu di Lima Kota

Malutpost.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administratif. Aksi serentak ini dilancarkan sebagai upaya serius

Vian Eka

[addtoany]

Jakarta Gempur Ikan Sapu Sapu di Lima Kota

Malutpost.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administratif. Aksi serentak ini dilancarkan sebagai upaya serius untuk menekan dominasi spesies invasif yang telah menguasai perairan air tawar ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung membuka kegiatan ini di Perumahan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4). Ia menegaskan bahwa operasi serupa juga dilaksanakan simultan di Jakarta Selatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat.

Jakarta Gempur Ikan Sapu Sapu di Lima Kota
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hasil awal di Jakarta Utara menunjukkan angka yang mengejutkan. "Awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kilogram, dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kilogram," ujar Pramono Anung, seraya menambahkan bahwa "yang dikumpulkan di awal saja sudah 60 kilogram lebih."

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memastikan bahwa seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap tidak akan dimanfaatkan untuk konsumsi. Sebagai penanganan akhir, ikan-ikan tersebut akan segera dimusnahkan dengan cara dikubur di lokasi yang telah disiapkan, seperti di area pos RW 06 Kelapa Gading.

Pramono Anung menjelaskan, langkah drastis ini mutlak diperlukan mengingat ikan sapu-sapu kini mendominasi lebih dari 60 persen perairan Ibu Kota. Kondisi ini secara serius mengancam kelangsungan hidup ikan-ikan endemik lokal. "Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive," tegasnya.

Lebih dari sekadar ancaman ekologis, keputusan pembasmian massal ini juga didasari temuan laboratorium yang mengkhawatirkan. Ikan sapu-sapu di perairan Jakarta terbukti mengandung logam berat berbahaya. Pramono Anung mengungkapkan, kadar residu dalam tubuh ikan tersebut telah melampaui ambang batas aman, yakni 0,3, yang sangat berisiko bagi kesehatan manusia.

Guna memastikan keberlanjutan upaya ini, Pemprov DKI berencana membentuk satuan tugas khusus. "Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu," kata Pramono Anung, menambahkan bahwa akan ada penugasan khusus bagi PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) untuk penanganan ikan sapu-sapu secara rutin.

Dari Jakarta Timur, Wali Kota Munjirin melaporkan hasil tangkapan masif mencapai 763 kilogram ikan sapu-sapu dari 10 kecamatan hingga Jumat pagi. Sekitar 200 kilogram di antaranya berhasil diangkat dari Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung. Operasi di Jaktim melibatkan sedikitnya 150 personel gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, kelurahan, kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, Wali Kota Muhammad Anwar menargetkan penangkapan hingga lima ton ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jagakarsa. Dalam kurun waktu satu jam pertama, sekitar 300 kilogram ikan sudah berhasil diangkat. Setu Babakan menjadi titik fokus utama karena hasil kajian menunjukkan kepadatan populasi ikan invasif yang sangat tinggi di lokasi tersebut.

Operasi serupa juga digelar di Kali Cideng, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Plaza Indonesia. Sebanyak 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap oleh 100 personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta serta Gulkarmat Jakarta Pusat. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian integral dari upaya menekan penyebaran spesies invasif di sungai-sungai Jakarta, yang sebelumnya juga telah dilakukan di Kali Ciliwung.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer