Malutpost.id, PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Cilegon menjelaskan asap putih yang mengepul pasca ledakan di pabrik mereka pada Senin lalu merupakan uap air yang berasal dari turbin internal perusahaan. Pihak manajemen MCCI dengan tegas menampik dugaan kebocoran bahan kimia berbahaya, sekaligus menegaskan komitmen penuh untuk bertanggung jawab kepada masyarakat terdampak.
Public Relations PT MCCI, Dimas Saputro, dalam keterangannya pada Senin (25/5), menyampaikan bahwa fenomena asap putih tersebut adalah "efek dari steam turbin kami, yang warna putih ke atas itu tadi adalah air." Dimas menambahkan, asap yang diklaim sebagai uap air tersebut hanya bertahan sekitar 15 hingga 20 menit dan berhasil ditangani dengan cepat oleh tim internal perusahaan. Mengenai laporan bau menyengat yang dikeluhkan warga, Dimas menyatakan pihaknya masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan sumbernya.

Ia membantah keras spekulasi bahwa semburan tersebut merupakan kebocoran produk bahan kimia Purified Terephthalic Acid (PTA) yang diproduksi perusahaan. Menurut Dimas, produk PTA memiliki tekstur seperti tepung. Jika sampai terburai ke udara, produk tersebut akan menempel dan meninggalkan bercak putih di lingkungan sekitar, kondisi yang tidak ditemukan di lokasi kejadian. "Bentuk kami itu seperti tepung, tapi tidak ada menempel di sini," jelasnya.
Sebagai langkah preventif dan wujud tanggung jawab terhadap warga yang mungkin terdampak, PT MCCI telah mendistribusikan masker melalui pengurus RT dan RW setempat. "Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat," tegas Dimas. Perusahaan juga telah menyiagakan ambulans di lokasi dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Krakatau Medika untuk merujuk warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat insiden tersebut.
Hingga saat ini, proses investigasi mendalam di dalam area pabrik masih terus berlangsung. Penyelidikan ini dilakukan dengan pengawalan dan koordinasi erat bersama aparat Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta jajaran pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat untuk mengungkap penyebab pasti insiden ledakan tersebut.

