Malutpost.id, Sigi, Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas seismik di wilayah tersebut, yang masih dalam rangkaian gempa susulan dari kejadian sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 56 kilometer arah Timur Laut Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Kedalaman hiposenter gempa ini tergolong sangat dangkal, hanya 5 kilometer di bawah permukaan tanah.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, dalam keterangan resminya yang dikutip oleh malutpost.id, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," jelas Nasrol.
Getaran akibat gempa ini cukup terasa di beberapa daerah, termasuk Palu dan Sigi, dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini mengindikasikan bahwa getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah ada truk berlalu, namun tidak menimbulkan kerusakan serius.
Peristiwa ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pasca-gempa utama berkekuatan M 6,7 yang mengguncang Sigi pada tanggal 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Hingga Kamis (18/6) pukul 20.40 WIB, monitoring BMKG telah mencatat total 804 gempa susulan (aftershock). Gempa susulan terbesar dari rangkaian ini tercatat memiliki magnitudo 5,3, menunjukkan bahwa aktivitas seismik di Sigi masih sangat tinggi dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat setempat.


































