Malutpost.id, Surabaya – Keluarga RYS (50), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bangkalan yang jasadnya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, menguak tabir misteri kematiannya dan mencurigai adanya sosok pria tak dikenal di balik peristiwa tragis tersebut. Kejanggalan ini muncul setelah keluarga melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperlihatkan oleh pihak kepolisian.
Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga korban, menegaskan bahwa kecurigaan tersebut bukan tanpa dasar kuat. Berdasarkan rekaman CCTV di gerbang masuk area bandara, mobil dinas Toyota Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP yang digunakan korban, terlihat dikemudikan oleh seorang pria sendirian. Sosok misterius tersebut terekam jelas saat mengambil tiket parkir.

"Laki-laki itu yang mengambil tiket parkir, di situ tampak sendirian," jelas Risang, Kamis (25/6). Ia menambahkan, rekaman CCTV dengan pencahayaan yang terang memungkinkan identifikasi ciri-ciri fisik pria tersebut: mengenakan masker putih, berkaus biru, berkacamata, berambut ikal, dan tampak mengenakan jam tangan di tangan kirinya saat memegang kemudi.
Ironisnya, RYS yang kemudian ditemukan tewas di jok penumpang sebelah kiri, sama sekali tidak terlihat dalam rekaman tersebut. Risang menduga kuat bahwa posisi jok penumpang tempat korban ditemukan memang sengaja direbahkan sejak awal, sehingga tubuh RYS tidak tampak dari luar kendaraan. "Berarti memang dari awal sudah direbahkan joknya [oleh pelaku] sehingga tidak kelihatan," ucapnya.
Kejanggalan berlanjut pada rekaman CCTV di area parkir. Pria yang sama, yang sebelumnya terekam di gerbang masuk, terlihat meninggalkan kendaraan seorang diri. Tidak ada satu pun orang yang keluar dari sisi jok penumpang. Setelah turun dari mobil, pria misterius tersebut diduga berpindah atau meninggalkan Bandara Juanda menggunakan taksi.
Perhiasan Korban Hilang, Autopsi Ungkap Kejanggalan
Selain rekaman CCTV, keluarga juga menemukan kejanggalan pada kondisi barang-barang milik RYS. Sejumlah perhiasan yang dikenakan korban dilaporkan hilang saat jenazah diautopsi. Gelang dan kalung yang menurut keluarga selalu dipakai RYS, bahkan terlihat saat video call terakhir sebelum kontak terputus, tidak ditemukan di tubuhnya. Anting sebelah kiri juga diketahui lepas, diduga akibat benturan benda tumpul, dan hanya anting kanan serta cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, dompet dan ponsel korban disebut masih dalam kondisi aman dan telah diamankan oleh penyidik. Pihak keluarga meyakini ponsel korban akan menjadi kunci utama bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. "Kami yakin polisi sudah memindai HP korban dan sudah mengetahui petunjuknya mengarah ke mana. Karena pasti ditemukan nomor yang paling dihubungi pada tanggal itu atau dalam satu minggu terakhir," kata Risang.
Dari seluruh rangkaian fakta yang terkumpul, Risang meyakini bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebenarnya bukan di Bandara Juanda. Lokasi tersebut, menurutnya, hanya digunakan pelaku sebagai tempat membuang jenazah korban yang sudah meninggal lebih dulu di tempat lain.
Dugaan keluarga ini semakin diperkuat oleh hasil autopsi sementara. Berdasarkan pemeriksaan luar, terdapat indikasi kekerasan dan kematian yang tidak wajar. "Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar. Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," terang Risang. Ia juga menginformasikan bahwa penyidik kabarnya sudah mengidentifikasi pelaku, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait hal itu.
Polisi Terus Mendalami Kasus
Aparat Polresta Sidoarjo terus mendalami penemuan mayat perempuan di dalam sebuah mobil Toyota Innova hitam yang terparkir di area Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan intensif di TKP. "Kami masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik," kata Siko pada Rabu (24/6).
Tim Inafis dan Polsek Sedati telah dikerahkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti. Jenazah RYS telah dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk proses identifikasi lebih lanjut dan autopsi.
Mayat RYS pertama kali ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi online yang mangkal di Bandara Juanda pada Rabu siang. Mereka curiga karena mobil tersebut mengeluarkan bau busuk menyengat dan meneteskan cairan tak lazim di bagian bawahnya. Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menegaskan dukungan penuh pihaknya terhadap proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib.


































