MBG Lanjut Kantin Sekolah Bakal Terlibat Aktif

Malutpost.id, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberlanjutan ini didasari dukungan masif dari

Vian Eka

[addtoany]

MBG Lanjut Kantin Sekolah Bakal Terlibat Aktif

Malutpost.id, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberlanjutan ini didasari dukungan masif dari para siswa, dengan rencana penyesuaian signifikan yang mencakup potensi pelibatan kantin sekolah sebagai penyedia utama hidangan bergizi.

Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa sekitar 43,4 juta dari total 53,5 juta murid di Indonesia, atau sekitar 80,94 persen, telah menjadi penerima manfaat MBG. Data ini, yang menunjukkan mayoritas siswa mengharapkan program ini berlanjut, menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk meneruskannya.

MBG Lanjut Kantin Sekolah Bakal Terlibat Aktif
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Untuk memastikan efektivitas penyaluran, Mu’ti menjelaskan bahwa data penerima MBG kini telah terintegrasi secara komprehensif dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini memungkinkan pemerintah memiliki informasi detail mengenai setiap siswa penerima manfaat, mulai dari nama, alamat, hingga asal sekolah. Dengan demikian, skema penyaluran akan diubah agar lebih tepat sasaran, memprioritaskan sekolah dengan kebutuhan siswa yang lebih tinggi dan berpotensi mengecualikan sekolah yang dinilai kurang membutuhkan.

Perubahan mendasar lainnya adalah diversifikasi mekanisme penyediaan makanan. Tidak semua penyaluran akan bergantung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah kini membuka opsi bagi dapur atau kantin sekolah untuk turut serta dalam pelaksanaan MBG, dengan tetap berada di bawah koordinasi dan pengawasan ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN) guna menjamin standar gizi dan kebersihan.

Mu’ti juga menanggapi isu kasus keracunan yang sempat mencuat. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan menghentikan program MBG secara menyeluruh. Sebaliknya, fokus akan diarahkan pada evaluasi mendalam terhadap dapur penyedia makanan yang terbukti bermasalah. "Jika terjadi keracunan, yang dihentikan adalah operasional dapur yang tidak memenuhi standar untuk dievaluasi, sementara SPPG yang berkinerja baik akan terus berjalan," jelasnya. Bahkan, dapur yang gagal memenuhi standar kualitas dapat dicabut izin operasionalnya.

Program MBG, menurut Mu’ti, merupakan pilar penting dalam upaya pemerintah membentuk generasi muda Indonesia yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang pencapaian akademik, melainkan juga tentang kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal. "Generasi penerus bangsa harus dibangun secara holistik, baik dari segi akademik maupun fisik. Aspek fisik ini ditopang melalui MBG, agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di kancah global," pungkasnya. (malutpost.id/antara)

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer