Malutpost.id, Tangerang – Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa insiden kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejauh ini tidak menunjukkan adanya indikasi tindak pidana. Penyelidikan awal mengarah pada faktor alam sebagai pemicu utama bencana tersebut.
Menurut Irjen Pol Hengki, hasil pemantauan awal di lokasi mengindikasikan bahwa api bermula dari bagian bawah tumpukan sampah. Kondisi cuaca panas ekstrem, ditambah dengan hembusan angin, diduga kuat memicu pelepasan gas metana dari proses dekomposisi sampah. "Sampai saat ini, kami belum menemukan adanya unsur kesengajaan atau pidana. Kebakaran ini murni akibat faktor alam, di mana suhu panas di dalam timbunan sampah bereaksi dengan gas metana yang mudah terbakar," jelas Hengki saat melakukan peninjauan langsung ke TPA Jatiwaringin pada Selasa (7/7).

Meskipun demikian, Hengki menekankan bahwa insiden ini harus menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin. Evaluasi ini dinilai sangat penting, terutama mengingat adanya rencana pemerintah untuk mengembangkan proyek waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik di lokasi tersebut. "Sampah-sampah yang ada di sini nantinya akan diolah dan dipisahkan untuk kemudian dikonversi menjadi sumber energi listrik. Peristiwa ini menjadi pengingat akan urgensi inovasi dalam pengelolaan limbah," imbuhnya.
Saat ini, prioritas utama masih terfokus pada upaya percepatan pemadaman sisa-sisa titik api yang masih menyala. Operasi penanganan kebakaran melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai instansi, didukung penuh oleh peralatan darat dan udara. "Kami mengerahkan seluruh sumber daya, baik personel maupun sarana prasarana, termasuk dua unit helikopter water bombing yang terus beroperasi untuk mengendalikan api dari udara," terang Hengki.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin sendiri telah berlangsung sejak Selasa, 30 Juni. Memasuki hari kedelapan penanganan, tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, personel Manggala Agni, serta didukung alat berat dan helikopter water bombing, masih berjibaku memadamkan api yang membakar area timbunan sampah yang luas.


































