Malutpost.id, Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang hingga Senin (6/7) telah memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda padam. Kepulan asap tebal nan pekat masih menyelimuti area sekitar, memaksa puluhan warga terdampak untuk tetap bertahan di posko pengungsian.
Data terbaru menunjukkan, sebanyak 28 jiwa dari masyarakat setempat masih harus mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar. Mereka terpaksa meninggalkan rumah karena paparan asap yang tak kunjung mereda, dikhawatirkan mengganggu kesehatan pernapasan.

Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai warga yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak asap. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak lengah. Pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan seluruh pengungsi terus dilakukan, memastikan setiap warga mendapatkan penanganan medis yang diperlukan jika ada gejala.
Situasi di TPA Jatiwaringin masih menjadi perhatian serius. Upaya pemadaman terus diintensifkan, namun tantangan berupa material sampah yang mudah terbakar dan kepulan asap yang masif membuat prosesnya berjalan lambat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas berwenang demi keselamatan bersama.


































