Prabowo dan JK Bahas Investasi Energi Rp70 T

Malutpost.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI dua periode, Jusuf Kalla (JK), melakukan pertemuan penting dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada

Vian Eka

[addtoany]

Prabowo dan JK Bahas Investasi Energi Rp70 T

Malutpost.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI dua periode, Jusuf Kalla (JK), melakukan pertemuan penting dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis kemarin. Diskusi serius ini berpusat pada pengembangan sektor energi nasional, termasuk rencana investasi jumbo senilai puluhan triliun rupiah yang diharapkan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

JK tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.00 WIB, didampingi putranya, Solihin Kalla, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Kalla Group. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang kemudian mengarahkan keduanya menuju ruang pertemuan untuk berdialog langsung dengan Prabowo.

Prabowo dan JK Bahas Investasi Energi Rp70 T
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pertemuan yang turut dihadiri oleh Teddy dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini mengungkap fokus utama pada kebutuhan energi yang masif. JK menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi pemerintah di kisaran 5-6 persen, bahkan hingga 8 persen, akan sangat bergantung pada ketersediaan energi yang memadai. "Tanpa energi, kita akan sulit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi itu," ujar JK di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, JK menyatakan kesiapan kelompok usahanya untuk berkontribusi dalam proyek pembangkit listrik skala besar. Ia menyebut, Kalla Group telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas sekitar 1.500 megawatt dan siap menambah kapasitas baru hingga 2.000 megawatt, termasuk melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). "Kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG," tambahnya.

Prabowo Subianto, menurut JK, memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan energi nasional, khususnya pengembangan energi hijau atau green energy. Inisiatif ini dinilai krusial untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan keberlanjutan. "Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional," terang JK.

JK menjelaskan bahwa proyek energi ini tidak terlepas dari aspek bisnis yang memerlukan investasi besar. Ia memperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun. Menariknya, desain proyek dan lokasi pembangunan disebut sudah tersedia, sehingga hanya tinggal memasuki tahap pembahasan teknis lebih lanjut. "Kita bicara tentang investasi kira-kira Rp60 triliun-Rp70 triliun, dan kita sanggup melaksanakan itu. Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya," sebutnya.

Selain isu energi, JK juga menginformasikan bahwa ia dan Prabowo sempat membahas sejumlah isu internasional, termasuk perkembangan situasi di beberapa negara. Sebagai informasi tambahan, Kalla Group melalui PT Poso Energy telah lama berkecimpung di sektor energi, mengoperasikan PLTA Poso di Sulawesi Tengah dengan kapasitas terpasang 515 megawatt yang telah beroperasi komersial sejak 2023.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer