Malutpost.id, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa demokrasi, meskipun sering diwarnai dinamika dan tantangan, tetap merupakan sistem terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang inklusif. Pernyataan krusial ini disampaikan Prabowo dalam pidato sambutannya pada jamuan makan malam kenegaraan bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta, Selasa (7/7).
"Demokrasi adalah sistem terbaik dibandingkan semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," ujar Prabowo, mengutip keterangan resmi. Ia tak menampik bahwa dalam implementasinya, demokrasi memiliki berbagai risiko. Selalu ada godaan, jebakan, serta pihak-pihak yang berupaya membajak proses demokrasi demi kepentingan sesaat.

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memegang teguh kepercayaan terhadap demokrasi. "Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," seru Prabowo, menekankan pentingnya menjaga proses berjalan sesuai koridor prinsip-prinsip yang benar.
Dalam momen tersebut, Prabowo juga mengungkapkan apresiasinya dapat berinteraksi dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, pengalaman dan pembelajaran dari para penyelenggara pemilu, baik di Tanah Air maupun negara sahabat, adalah fondasi penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. "Karena itu saya sangat senang hari ini bertemu dengan seorang anggota muda Komisi Pemilihan Umum. Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," imbuhnya.
Sebelum acara jamuan makan malam, Presiden Prabowo terlebih dahulu mendampingi PM Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan ke Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kedatangan kedua pemimpin disambut hangat oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yuliati. PM Modi juga berkesempatan menyampaikan pidato di hadapan para hadirin.
Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia ini merupakan manifestasi dari upaya kedua negara untuk semakin mengukuhkan hubungan diplomatik dan mempererat kerja sama strategis di berbagai sektor. Lingkup kerja sama mencakup ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga kebudayaan. Lawatan yang berlangsung pada 6-8 Juli 2026 ini adalah kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke India sebelumnya.
Setelah menuntaskan agenda di Jakarta, PM Modi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Bersama Presiden Prabowo, ia akan mengunjungi Candi Prambanan untuk meninjau sekaligus meresmikan kerja sama pelestarian warisan budaya serta program pemugaran candi. Ini menjadi simbol konkret penguatan kerja sama kebudayaan antara kedua negara.


































