Syaifuddin Zuhri Nahkodai DPRD Surabaya

Malutpost.id, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara resmi menunjuk Syaifuddin Zuhri, yang dikenal akrab sebagai Kaji Ipuk, untuk memimpin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Vian Eka

[addtoany]

Syaifuddin Zuhri Nahkodai DPRD Surabaya

Malutpost.id, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara resmi menunjuk Syaifuddin Zuhri, yang dikenal akrab sebagai Kaji Ipuk, untuk memimpin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2024-2029. Penunjukan ini mengisi kekosongan posisi yang sebelumnya dipegang oleh almarhum Adi Sutarwijono. Keputusan penting ini disampaikan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, dalam keterangan persnya pada Rabu lalu.

Said Abdullah menegaskan bahwa penetapan Syaifuddin Zuhri merupakan hak prerogatif PDI Perjuangan sebagai partai politik yang berhasil meraih kemenangan signifikan di DPRD Surabaya. "DPP PDI Perjuangan telah mengambil keputusan bulat dan menetapkan Saudara Syaifuddin Zuhri sebagai pucuk pimpinan DPRD Kota Surabaya," ujar Said, mengutip pernyataan resmi partai.

Syaifuddin Zuhri Nahkodai DPRD Surabaya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih jauh, Said Abdullah memberikan instruksi khusus kepada Syaifuddin Zuhri, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi yang kokoh antara lembaga legislatif dan eksekutif, terutama dalam kolaborasi dengan Wali Kota serta Wakil Wali Kota Surabaya. Sinergi ini krusial demi terwujudnya roda pemerintahan yang efisien dan tanggap terhadap aspirasi serta kebutuhan warga kota.

Said juga menggarisbawahi bahwa kepercayaan yang telah diamanahkan oleh masyarakat Surabaya kepada PDI Perjuangan harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab penuh. Ketua DPRD yang baru diharapkan mampu menjalankan fungsi kelembagaan secara aspiratif, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika dan kebutuhan publik. "Pegang teguh amanah rakyat yang dipercayakan melalui PDI Perjuangan di Surabaya. Hindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik Partai maupun marwah kelembagaan DPRD Kota Surabaya yang terhormat. Pelihara kehormatan tersebut dengan sebaik-baiknya," tegas Said.

Dalam kesempatan yang sama, Said Abdullah menyoroti posisi strategis Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Ia menyebut Surabaya sebagai "etalase" atau cerminan kemajuan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga pilar demokrasi. Oleh karena itu, Said menekankan pentingnya bagi ketiga kader PDI Perjuangan yang kini memegang amanah sebagai Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Ketua DPRD untuk senantiasa responsif dan mampu menyerap aspirasi masyarakat secara optimal.

"Sekali lagi saya tegaskan, DPP PDI Perjuangan telah menetapkan Saudara Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, menggantikan almarhum Saudara Adi Sutarwijono," ucap Said. Ia menyerukan kepada seluruh jajaran Partai untuk tegak lurus mengamankan dan mendukung penuh keputusan DPP Partai. "Mari bersama-sama membantu kepemimpinan di ranah eksekutif dan legislatif di Kota Surabaya agar dapat meraih kesuksesan demi kemajuan kota," pungkasnya.

Di sisi lain, Said Abdullah juga menyampaikan bahwa DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur senantiasa membuka pintu lebar untuk evaluasi dan koreksi terhadap kinerja seluruh kader di Surabaya. "Kami, baik di tingkat DPP maupun DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, akan selalu membuka diri untuk mendengarkan masukan, koreksi, dan evaluasi terhadap performa kader-kader PDI Perjuangan di Surabaya, baik di jajaran eksekutif maupun legislatif. Kami memaknai hal tersebut sebagai wujud kecintaan tulus rakyat kepada PDI Perjuangan dan Kota Surabaya," tutup Said.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer