Malutpost.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjelang puncak arus mudik Idulfitri 2026. Desakan ini muncul mengingat lonjakan mobilitas kendaraan yang selalu menjadi ciri khas periode mudik.
Nurdin secara spesifik meminta PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat sistem distribusi dan menjaga stabilitas pasokan BBM di setiap SPBU. "Masyarakat tidak boleh mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan bakar selama perjalanan pulang kampung," tegas Nurdin dalam keterangannya yang diterima Malutpost.id, Senin (6/3). Ia menambahkan bahwa peningkatan konsumsi BBM di jalur-jalur utama perjalanan darat hampir selalu terjadi.

Tak hanya fokus pada sektor energi, politikus Partai Golkar ini juga menyoroti secara serius kesiapan operasional transportasi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia mendesak operator transportasi vital seperti Angkasa Pura Indonesia, ASDP Indonesia Ferry, Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk meningkatkan level kesiapsiagaan layanan mereka.
"Peningkatan kesiapan ini meliputi aspek ketersediaan armada yang memadai serta jaminan kualitas pelayanan prima bagi seluruh penumpang selama periode libur Lebaran," jelasnya.
Nurdin menekankan bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, BUMN terkait, dan pemerintah daerah merupakan fondasi utama dalam menjaga kelancaran arus mudik nasional. Menurutnya, kesiapan infrastruktur baik di sektor energi maupun transportasi bukan sekadar urusan operasional semata.
"Ini adalah bagian integral dari tanggung jawab negara untuk menyediakan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan optimal bagi setiap warga negara yang hendak kembali ke kampung halaman," pungkas Nurdin.

