Pidie Jaya Sekolah Bangkit dari Lumpur Siswa Darurat

Malutpost.id, Banda Aceh – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih harus menyelenggarakan kegiatan

Vian Eka

[addtoany]

Pidie Jaya Sekolah Bangkit dari Lumpur Siswa Darurat

Malutpost.id, Banda Aceh – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih harus menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas darurat. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi fasilitas pendidikan agar proses belajar mengajar dapat kembali normal secepatnya.

Salah satu contoh nyata terlihat di SMA 2 Meureudu, Pidie Jaya. Pantauan malutpost.id menunjukkan, seluruh ruang kelas di sekolah ini mengalami kerusakan parah, bahkan masih tertimbun lumpur setinggi atap. Pihak sekolah menghadapi kesulitan besar dalam membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap di dalam ruangan. Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di enam ruang kelas darurat yang disediakan oleh Kemendikdasmen. Keluhan pun muncul dari para siswa yang merasa kepanasan di ruang darurat tersebut dan mengharapkan adanya kipas angin.

Pidie Jaya Sekolah Bangkit dari Lumpur Siswa Darurat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mu’ti menjelaskan, sebelumnya pemerintah telah merevitalisasi 30 sekolah di Pidie Jaya pada tahun 2025. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp19,5 miliar dan mencakup berbagai jenjang pendidikan. "Untuk Pidie Jaya, ada 30 sekolah yang menerima program revitalisasi tahun 2025 dengan nilai Rp19,5 miliar, terdiri dari 3 PAUD, 16 SD, 4 SMP, 5 SMA, dan 2 SMK," kata Mu’ti saat meninjau SMA 2 Meureudu pada Senin (9/3). Ia mengklaim seluruh proyek revitalisasi tahun 2025 tersebut kini telah rampung dan sebagian besar sudah mulai dimanfaatkan.

Namun, tantangan masih berlanjut. Masih ada beberapa sekolah yang sedang dalam proses pembangunan, sehingga siswa-siswanya sementara waktu harus memanfaatkan ruang darurat atau fasilitas sementara lainnya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melanjutkan program revitalisasi sekolah pada tahun 2026. Mu’ti menyebutkan bahwa sebanyak 22 sekolah di Pidie Jaya masuk dalam daftar rencana pembangunan tahun ini. "Yang 2026 sekarang masih on progress. Ada 22 sekolah untuk Kabupaten Pidie Jaya, nilainya masih dalam proses penghitungan," paparnya.

Sebagian pembangunan sudah mulai berjalan dan ditargetkan rampung secara bertahap. Khusus untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan sebelum tahun ajaran baru dimulai, agar bisa segera digunakan. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), kemungkinan baru dapat dimanfaatkan pada tahun depan.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer