Menteri Lingkungan Hidup Serukan Pertobatan Ekologis

Malutpost.id, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam melalui sebuah ajakan transformatif: "pertobatan ekologis."

Vian Eka

[addtoany]

Menteri Lingkungan Hidup Serukan Pertobatan Ekologis

Malutpost.id, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam melalui sebuah ajakan transformatif: "pertobatan ekologis." Seruan ini, yang digaungkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, merupakan langkah fundamental untuk membangun kembali jembatan antara manusia dan lingkungan yang kini semakin rapuh.

Jumhur menjelaskan, pertobatan ekologis adalah momen introspeksi mendalam, menyadari kekeliruan masa lalu, dan secara aktif bergerak untuk memperbaiki simpul-simpul hubungan kita dengan alam. Lebih dari sekadar menjaga kelestarian, inisiatif ini bertujuan menumbuhkan budaya kepedulian dan tanggung jawab yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Menteri Lingkungan Hidup Serukan Pertobatan Ekologis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menggarisbawahi bahwa saat ini dunia tengah bergulat dengan "triple planetary crisis": perubahan iklim yang kian ekstrem, degradasi keanekaragaman hayati yang masif, serta pencemaran lingkungan yang merajalela. Ketiga krisis ini, saling berkelindan, menghadirkan ancaman serius bagi stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial secara global. "Melihat kenyataan pahit ini, kondisi bumi kita jelas tidak sedang baik-baik saja," tegas Jumhur dari pernyataan yang diterima Malutpost.id pada Minggu (7/6).

Pertobatan ekologis, lanjutnya, bertujuan mengukir kesadaran kolektif bahwa setiap tindakan manusia sehari-hari memiliki konsekuensi langsung terhadap keberlanjutan planet ini. Manusia, sebagai bagian integral dari alam, memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem, demi keberlangsungan hidup generasi kini dan masa depan. "Kita diajak untuk memuliakan setiap jengkal alam, mengintrospeksi setiap perilaku dan kebiasaan yang berpotensi merusak, serta bertransformasi melalui aksi nyata yang berkelanjutan untuk menjaga bumi yang kita cintai bersama," papar Jumhur.

Komitmen untuk pertobatan ekologis ini selaras dengan upaya serius Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (Enhanced NDC) 2030, Indonesia menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri, dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. Selain itu, pemerintah juga telah merumuskan Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTSLCCR 2050) sebagai peta jalan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Namun, Jumhur menegaskan, seluruh kebijakan ambisius dan target mulia tersebut hanya akan menjadi wacana belaka jika tidak didukung oleh perubahan perilaku fundamental dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer