Malutpost.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim, H Edison, pada Senin (8/6). Dalam operasi senyap ini, total sepuluh orang berhasil diamankan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang masih dalam tahap penyelidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di dua wilayah berbeda, yaitu Jakarta dan Sumatera Selatan. "Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," ujar Budi melalui keterangan tertulis yang diterima malutpost.id, Senin sore.

Dari sepuluh orang yang diamankan, lima di antaranya merupakan pejabat dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk sang bupati. Sementara itu, lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga kuat terlibat dalam praktik rasuah ini. "Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya," tambah Budi, mengindikasikan bahwa proses penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus berjalan.
Informasi yang beredar di lapangan juga menyebutkan bahwa OTT ini dibarengi dengan penyegelan beberapa kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Salah satu kantor yang disegel adalah Kantor Dinas Pendidikan, menunjukkan adanya indikasi kuat terkait praktik korupsi di sektor tersebut.
Operasi ini menjadi OTT kedua yang dilakukan KPK dalam kurun waktu berdekatan di bulan Juni ini. Sebelumnya, KPK juga berhasil membongkar kasus dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi terkait izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. OTT tersebut digelar pada 2-3 Juni di Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, di mana delapan dari delapan belas orang yang terjaring telah ditetapkan sebagai tersangka. Serangkaian operasi ini menegaskan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di berbagai sektor pemerintahan dan swasta.


































