Malutpost.id, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan pandangannya terkait nama Prof. KH. Nasaruddin Umar yang semakin mengemuka dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU. Gus Ipul menilai Menteri Agama RI tersebut memiliki peluang besar untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, berkat rekam jejak organisasinya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat menjawab pertanyaan awak media mengenai sejumlah figur yang dinilai berpotensi menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang. Ia menyoroti pengalaman Nasaruddin Umar yang pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU pada era kepemimpinan KH Hasyim Muzadi. "Jika melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi," ujar Gus Ipul usai meninjau persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada Selasa (16/6).

Menurut Gus Ipul, posisi Katib Aam PBNU secara historis kerap menjadi jalur yang mengantarkan tokoh menuju pucuk kepemimpinan organisasi. Ia mencontohkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, hingga KH Yahya Cholil Staquf, yang semuanya pernah menduduki posisi tersebut sebelum terpilih memimpin PBNU. "Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," jelasnya.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengampanyekan nama tertentu. Ia hanya menyampaikan fakta bahwa nama Nasaruddin Umar menjadi salah satu figur yang paling sering disebut dalam berbagai forum dan pertemuan NU di sejumlah daerah. "Kalau saya berkeliling ke beberapa daerah, memang nama Prof Nasar cukup banyak disebut. Itu yang saya dengar dari berbagai kalangan. Selebihnya tentu akan ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang muktamar," tambahnya.
Selain Katib Aam, Gus Ipul juga menyebut jabatan Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur sebagai posisi strategis yang kerap melahirkan tokoh-tokoh sentral di tubuh NU. Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum menjadi Ketua Umum PBNU, serta KH Hasyim Muzadi yang menapaki jalan kepemimpinan nasional NU setelah memimpin PWNU Jawa Timur. Dinamika menjelang Muktamar akan menjadi penentu akhir, namun potensi Nasaruddin Umar dengan rekam jejaknya di NU dinilai sangat kuat oleh Gus Ipul.


































