Malutpost.id, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menutup secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6). Kehadiran beliau menandai puncak dari rangkaian acara penting organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Berdasarkan siaran pers dari Sekretariat Presiden, Prabowo telah bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini, menuju Jawa Timur untuk kunjungan kerja.

Kepastian kehadiran Presiden Prabowo dikonfirmasi oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU, M Nuh. Menurut Nuh, acara penutupan dijadwalkan berlangsung pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi mengenai jadwal kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini telah diterima panitia sejak Senin (22/6), disampaikan Nuh dari Pondok Pesantren Al Falah Mojo, Kediri.
Sebelum tiba di Bangkalan untuk agenda penutupan Munas-Konbes NU, Presiden Prabowo memiliki agenda lain di Jawa Timur. Beliau dijadwalkan singgah di Kabupaten Sampang untuk meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peresmian ini merupakan bagian integral dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Langkah peresmian infrastruktur jalan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Harapannya, pembangunan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, serta melancarkan arus distribusi barang dan jasa ke seluruh pelosok negeri.
Dalam kunjungan kerja kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri kabinet. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, sebelum acara penutupan, para peserta Munas-Konbes NU dijadwalkan akan melaksanakan ziarah ke makam para muassis atau pendiri NU di Jombang, sebelum kemudian bergeser ke Madura untuk agenda inti.


































