Malutpost.id, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tidak terlena dengan capaian yang ada. Dalam amanatnya pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7), Prabowo menekankan bahwa tantangan yang menanti di masa depan akan jauh lebih kompleks dan berat.
Prabowo menggarisbawahi kondisi global yang penuh gejolak, ditandai dengan konflik dan ketegangan di berbagai belahan dunia. Menurutnya, situasi perang yang berkelanjutan ini tidak dapat dihindari akan membawa dampak signifikan bagi Indonesia. Ia juga menyoroti evolusi kejahatan yang semakin canggih dan adaptif. "Ancaman terus berubah, teknologi yang seharusnya bermanfaat kini juga dapat disalahgunakan untuk tujuan jahat. Oleh karena itu, cara kerja kita pun harus terus beradaptasi dan menyesuaikan diri," tegas Prabowo, seperti dikutip Malutpost.id.

Berbagai bentuk kejahatan, mulai dari peredaran narkotika, judi daring, perdagangan orang, terorisme, korupsi, penyelundupan ilegal, hingga kejahatan kerah putih (white collar crime), masih menjadi momok yang merugikan bangsa dan harus terus diberantas. Meski demikian, Presiden Prabowo juga tidak lupa menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri. Ia memuji keberhasilan korps Bhayangkara dalam mengungkap ribuan kasus narkotika dan judi online, serta pencapaian mempertahankan nol insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir.
Namun, apresiasi tersebut tidak lantas membuat Prabowo lengah. Ia kembali mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri, sebab tantangan yang menanti masih sangat besar dan memerlukan penanganan serius. "Rakyat kita masih banyak yang menderita kemiskinan. Dan kemiskinan ini, saya tegaskan, adalah akibat langsung dari praktik korupsi, penyelundupan, serta berbagai kegiatan ekonomi ilegal lainnya," ujar Prabowo dengan nada tegas. "Oleh karena itu, tantangan bagi saudara-saudara, tantangan bagi kita semua, masih sangat besar dan memerlukan kerja keras yang berkelanjutan," pungkasnya.


































